Habis Gelap Terbitlah Terang
Malam itu, suhu tubuh suamiku tinggi sekali. Dia tak lagi mau makan dan mengeluh lemas. Aku pikir, mungkin gula darahnya drop tapi aku bingung apa yang menyebabkan tubuhnya menjadi sepanas ini. Aku beri suamiku air putih secara perlahan. “Air putih ini akan menurunkan demamnya,” pikirku. Suamiku terbatuk-batuk meminumnya. Kuelus-elus dadanya dan menyuruhnya meminum lagi. Sudah 3 tahun ini suamiku seperti itu, selalu tersedak saat minum atau makan. Ia juga sudah tak lagi sanggup berdiri atau duduk barang 5 menit. Diabetes Mellitus yang membuatnya begini.
Esok paginya, tubuh suamiku masih saja panas. Ia juga mengalami sesak nafas sehingga tak mau makan dan minum. Kutelepon anakku dan memintanya pulang karena ayahnya sakit. Anakku belum bisa pulang katanya tapi setelah dia tahu keadaan ayahnya yang lemas dan demam, ia segera memesan taksi untuk menjemput aku dan suamiku agar bisa segera ke rumah sakit. 10 menit setelah kututup telepon, taksi pun datang.
Setelah masuk ruang perawatan dan diinfus selama beberapa jam, suamiku segar kembali dan tak lagi lemas. Hanya saja, ia masih harus memakai selang oksigen sungkup untuk melancarkan pernapasannya. Diabetes yang menimpa suamiku telah menyebabkan beberapa komplikasi ke organ tubuh seperti paru-paru dan sarafnya. Itulah penyebab dari masalah sesak nafas dan tersedaknya.
30 tahun hidup bersama, suamiku sama sekali tidak pernah dirawat di rumah sakit. Ia sangat jarang sakit. Hanya diabetes ini yang bisa melemahkannya. Untungnya, ia segera mendapat perawatan di rumah sakit ini. Dokter memberinya beberapa obat dan merekomendasikan sebuah merek susu untuk diabetes mellitus. Setelah 2 hari menjalani perawatan, keadaan suamiku membaik. Kadar gula darahnya stabil dan ia tak lagi sesak meski masih saja tersedak ketika makan dan minum.
Sejak pulang dari rumah sakit, aku rutin memberikan susu “DietDiabet” yang telah dokter rekomendasikan tersebut. Ada efek yang sangat besar setelah suamiku rutin meminumnya selain dibantu dengan pola makan yang sehat pula. Sekarang, suamiku bisa duduk lebih lama, 10—15 menit. Wajahnya jadi terlihat lebih segar meski sudah berumur 86 tahun. Susu “DietDiabet” ini memiliki takaran yang sangat ketat yang harus diutamakan. Takaran yang salah dapat mengubah metabolisme tubuh suamiku yang sudah membaik.
Teksturnya yang lembut dan rasanya yang enak menciptakan rasa santai ketika suamiku meminumnya. Sehingga susu “DietDiabet” ini tidak berpengaruh buruk terhadap masalah saraf tenggorokan yang membuat suamiku selalu tersedak. Karena ketika sudah tersedak, suamiku pasti langsung menghentikan makan atau minumnya. Ya, susu “DietDiabet” ini telah mempermudah beberapa masalah dan keluhan pola makan suamiku. Dan kupikir, selalu ada hikmah di setiap kejadian terburuk sekali pun.